Rabu, 27 April 2011

mencit


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Tikus (Mus musculus) adalah hewan yang masih satu kerabat dengan tikus liar ataupun tikus rumah. Tikus ini tersebar di seluruh dunia. Tikus ini sering ditemukan di dekat bangunan gedung ataupun di tempat lain, jika terdapat makanan dan tempat berlindung. Tikus ini semuanya berasal mula dari keturunan yang telah ada yaitu keturunan dari tikus liar yamg sudah mengalami peternakan secara selektif. Tikus ini biasanya lebih suka hidup pada tempat yang memiliki suhu lingkungan yang tinggi (Anonymous, 2010).
Tikus atau mencit adalah binatang asli Asia, India, dan Eropa Barat. Jenis ini sekarang ditemukan di seluruh dunia karena pengenalan oleh manusia. Tikus memakan makanan manusia dan barang-barang rumah tangga (Amori,1996).
Tikus atau mencit kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan dan mewah.Namun, sebagian besar tikus diperoleh dari peternak hewan laboratorium untuk digunakan dalam penelitian biomedis, pengujian, dan pendidikan. Hal ini dilakukan karena tikus memiliki struktur organ yang hampir sama dengan manusia. Dalam hal genetika, tikus atau mencit ini adalah mamalia dicirikan paling lengkap (Anonymous,2007).
Menurut pendapat saya, tikus rumah ini sekarang umumnya tinggal di dekat dengan manusia, di rumah-rumah, gudang, lumbung dan lahan-lahan yang ditanami. Bahkan populasi hidup tikus ini di hutan jauh lebih sedikit daripada diperumahan-perumahan penduduk.

1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dari praktikum biologi mengenai Sistematika, Anatomi, Fisiologi dan Morfologi pada tikus (mus musculus) yaitu agar praktikan dapat mengetahui tentang bagian-bagian daripada tikus.
Tujuan dari dilaksanakannya praktikum ini adalah agar pra praktikan dapat dan mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan mengenai bagian-bagian daripada Ikan nila.

1.3 Waktu dan Tempat
Praktikum biologi mengenai Sistematika, Anatomi, Fisiologi dan Morfologi pada tikus (mus musculus) ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 8 Oktober 2010 pukul 09.45 WIB – 11.15 WIB. Praktikum ini dilakukan di gedung C lantai 1 Laboratorium IIP (Ilmu – Ilmu Perairan), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan , Universitas Brawijaya, Malang.

BAB II
TINJAUN PUSTAKA

2.1 Tikus
Tikus (Mus musculus) adalah hewan yang masih satu kerabat dengan tikus liar ataupun tikus rumah. Tikus ini tersebar di seluruh dunia. Tikus ini sering ditemukan di dekat bangunan gedung ataupun di tempat lain, jika terdapat makanan dan tempat berlindung. Tikus ini semuanya berasal mula dari keturunan yang telah ada yaitu keturunan dari tikus liar yamg sudah mengalami peternakan secara selektif. Tikus ini biasanya lebih suka hidup pada tempat yang memiliki suhu lingkungan yang tinggi (Anonymous, 2010).
Tikus atau mencit adalah binatang asli Asia, India, dan Eropa Barat. Jenis ini sekarang ditemukan di seluruh dunia karena pengenalan oleh manusia. Tikus memakan makanan manusia dan barang-barang rumah tangga (Amori,1996).

2.2.1 Klasifikasi Tikus
Menurut (Anonymous,2010) tikus yang dalam klasifikasinya dimasukan kedalam sub filum vertebrata ( hewan-hewan beruas tulang belakang ), kelas mamalia (hewan- hewan menyusui ), ordo rodentia ( hewan-hewan yang mengerat ) dan family murridae yang merupakan salah satu hama yang penting pada tanaman pertanian (pangan,horticulur,dan perkebunan). Klasifikasi tikus yaitu ;
Kerajaan : Animalia
Fillum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Super family : Muroidae
Familnya : Muridae
Sub suku : Murinae
Genus : Mus
Species : Musculus

2.2.2 Morfologi dan Anatomi Tikus
Tikus rumah memiliki panjang 65-95 mm dari ujung hidung mereka ke ujung tubuh mereka. Bulu mereka berkisar dalam warna dari coklat muda sampai hitam dan pada umunya memiliki warna putih. Tikus memiliki ekor panjang yang memiliki sedikit bulu dan memiliki deretan lingkaran sisik. Tikus rumah cenderung memiliki panjang bulu ekor lebih gelap ketika hidup erat dengan manusia, mereka berkisar 12-30 gram berat badanya. Banyak bentuk-bentuk domestik tikus telah dikembangkan yang bervariasi dalam warna dari putih menjadi hitam dan dangan bintik-bintik. (Syariffauzi, 2009 ).

2.2.3 Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan tikus menurut (Uqbal,2007) terdiri atas saluran pencernaan atau kelenjar-kelenjar yang berhubungan, fungsinya untuk :
a). Ingesti dan Digesti makanan.
b). Absorbsi sari makanan.
c). Eliminasi sisa makanan.
Sistem pencernaan pada hewan tikus sama dengan pencernaan pada manusia, karena tikus adalah hewan yang memiliki genetika lengkap dan mempunyai organ yang hampir sama dengan manusia.
1). Pencernaan di mulut dan di rongga mulut,makanan di giling menjadi kecil-kecil oleh gigi dan di basahi oleh saliva.
2). Disalurkan melalui foring dan asophogus.
3). Pencernaan di lambung dan di usus halus. Dalam usus halus diubah menjadi asm-asam amino, monosakarida, gliserida, dan unsur-unsur dasar yang lain.
4). Absorsi air dlam usus besar akibatnya, isi yang tidak dicerna
Menjadi setengah padat (feses).
5). Feces dikeluarkan dari dalam tubuh melalui kloaka (bila ada) kemudian ke anus.

2.2.4 Sistem Ekresi
Sistem ekskresi mamalia hampir sam dengan manusia, tetapi sedikit berbeda yang di sebabkan oleh liingkun tempat tinggalnya. Paru-paru terletak di dalam rongga dada, di lindungi oleh struktur selangka dan di selaputi karung di dinding dikenal sebagai pelura. Bernafas kebanyakan dilakukan olh diagfragama paru-paru berada mengembang. Sangkar selangka juga boleh menguncup sedikit ini menyebabkan udara tertarik ke dalam keluar paru-paru melalui frakhea dan broknial tubes yang bercabang dan mempunyai alveolus di ujung yaitu karung kecil di kapilari yang penuhi darah. disini oksigen meresap banyak masuk kedalam darah, dimana akan di angkut oleh hemoglobin. (Anonymous,2010).

2.2.5 Sistim Reproduksi
Tahap pembentukan spematozoa di bagi atas 3 tahap yaitu :
1. Spermatogenesis.
Meupakan tahap spermatogenea yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan menjadi spermatosot primer. Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti sel nya dan mengalami meiosis. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit skunder.
2. Tahapan meiosis
Spermatosid primer, menjauh dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis 1, yang kemudian diikuti dengan meiosis 2.
3. Tahapan spermiogenesis
Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang memiliki 4 fase yaitu fase golgi, fase tulup, fase akrosom, dan fase pematangan. Hasil akhir berupa empat spermatozoa masuk. (Anonymous,2010).

BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum biologi tentang Sistematika, Anatomi, Fisiologi dan Morfologi pada tikus (Mus musculus) adalah,
1. Sectio set
Seperangakat alat bedah untuk membedah tikus.
2. Stereofoam
Untuk alas saat pembedahan tikus
3. Jarum Pentul
Untuk memposisikan tikus saat pembedahan
4. Kain Lap
Untuk membersihkan alat praktikum.
5. Kamera
Untuk mengambil gambar saat praktikum.
6. Nampan
Untuk wadah alat dan bahan.

3.2 Bahan dan Fungsi
Bahan yang digunakan dalam praktikum biologi tentang Sistematika, Anatomi, Fisiologi dan Morfologi pada tikus (Mus musculus) adalah,
1. Tikus
Untuk objek yang akan diamati
2. Chlorofoam
Untuk membius tikus agar mudah dilakukan pembedahan.
3. Kapas
Untuk perantara menggunakan chlorofoam.
4. Tissue
Untuk membersihkan alat praktikum.

3.3 Skema Kerja

Disiapkan alat dan bahan

Dibius tikus menggunakan chlorofoam

Digambar morfologinya

Direntangakn untuk dilakukan pembedahan

Dibedah mulai dari anus samapai leher

Diamati bagian abdominal organ lalu digambar

Diamati system pencernaan tikus

Diamtai system ekskresi

Hasil

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Data Hasil Pengamatn
Data hasil pengamatan dari praktikum biologi tentang struktur anatomi, fisiologi dan morfologi tikus diperoleh hasil sebagai berikut,

4.2 Analisis Prosedur
Sebelum melakukan praktikum disiapkan alat dan bahan , dimana alat – alat yang digunakan adalh section set untuk membedah tikus, nampan untuk wadah alat dan bahan, kain lap untuk membersihkan alat- alat praktikum, jarum pentul untuk mengkondisikan tikus saat dilakukan pembedahan, kamera untuk mengambil gambar saat praktikum.
Bahan yang digunakan adalah tikus untuk diamati, chlorofoam untuk membius tikus yang akan diamati, tissue untuk membersihkan alat alat setelah praktikum, kapas untuk untuk perantara penggunaan chlorofoam.
Sebelum dibedah ambil tikus, ssetelah itu diltakkan di atas meja laboratorium lalu dibius menggunakan larutan chlorofoam yang telah diletakan diatas kapas. Kemudian diamati bagian morfologinya lalu dibedah dengan cara membuka rongga perutnya secara tipis dengan gunting bedah mulai anus sampai kerongkongan sehingga terlihat bagian dalam tubuhnya kemudian diamati bagian dalam organ tubuhnya dana ditulis organ apa saja didalamnya serta fungsi organ tersebut dan ditulis hasilnya.

4.3Analisis Hasil
Pada percobaan dari sitematika, morfologi, anatomi dan fisiologi tikus diperoleh hasil yaitu sebagai berikut. Bahwa tubuh tikus memiliki kesamaan dengan manusia dan tikus merupakan hewan bertulang belakang. Dan praktikum yang dilakukan adalah benar sesuai dengan literature,Tikus merupakan hewan berdarah panas dan memiliki organ tubuh mirip dengan manusia hanya saja jumlah kromosomnya yang berbeda. Tikus hidup dekat dengan manusia dan memiliki tubuh lebih gelap serta ekor lebih panjang dibandingkan dengan tikus yang hidup jauh dari manusia . Tikus hidup berkelompok dan system pernafasannya mirip manusia.Sistem pencernaan tikus yaitu dimulai dari esophagus, kerongkongan, usus halus, lambung, usus besar, dan berlanjut di anus (Anonymous,2010).

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
1.Tikus adalah binatang yang masih satu kerabat dengan tikus liar ataupun tikus rumah, asli dai Asia, India, dan Eropa Barat.
2.Tikus mampu beradaptasi secara cepat dengan lingkungan yang ditempatinya.
3.Tikus merupakan hewan yang bertulangbelakang (vertebrata), pemakan segala (omnivore), dan hewan yang berkembangbiak (vivipar).
4.Organ –organ dalam tubuh tikus hamper sama dengan dengan manusia.
5.Sistem pencernaan makanan pada tikus mirip dengan manusia, diawalai dari mulit, kerongkongan, lambung, usus dua belas jari, usus halus, usus besar dan berakhir di anus.

5.2 Saran
Pada kegiatan praktikum ini, sebaiknya alat dan bahan yang akan digunakan di persiapkan terlebih dahulu, agar praktikan dapat berjalan dengan baik. Dan untuk para praktikan agar mempersiapkan diri materi-materi yang akan dipraktekkan, agar dalam kegiatan praktikum tidak terhambat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar